Pekerja Migran Indonesia

Ini Bocoran Rencana Penempatan PMI di Kuwait

Afifah - VOICEIndonesia.co26 Mei 2026 pukul 21.39 WIB
Christina Aryani duduk di meja pertemuan resmi, mengenakan jas hitam, sambil mengangkat tangan kanan menjelaskan sesuatu di depan mikrofon. Nameplate bertuliskan "WAMENP2MI" terlihat di depannya.
Christina Aryani duduk di meja pertemuan resmi, mengenakan jas hitam, sambil mengangkat tangan kanan menjelaskan sesuatu di depan mikrofon. Nameplate bertuliskan "WAMENP2MI" terlihat di depannya.
Iklan

VOICEINDONESIA.CO, Jakarta – Kementerian P2MI menangkap adanya potensi pasar kerja yang sangat besar di Kuwait, khususnya pada klaster industri penunjang minyak dan gas (oil and gas), manufaktur, kesehatan, hospitality, hingga spa terapis.

“Kuwait memiliki peluang yang cukup besar untuk penempatan pekerja migran Indonesia, khususnya di sektor-sektor profesional dan layanan jasa. Ini menjadi pasar yang perlu terus kita petakan dan optimalkan,” ujar Christina.

Iklan

Berdasarkan data diplomatik hingga Januari 2026, jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Kuwait telah menyentuh angka 6.088 orang, mencakup pekerja migran beserta anggota keluarganya.

Mengingat populasi tersebut, Wamen Christina menegaskan bahwa prioritas utama kementerian saat ini adalah memperketat pengawasan perlindungan dari hulu hingga hilir. 

Salah satu poin krusial yang mendesak diimplementasikan adalah kewajiban kepesertaan jaminan sosial ganda, yakni melalui BPJS Ketenagakerjaan di dalam negeri dan asuransi kesehatan resmi di negara tujuan.

Politisi Partai Golkar ini juga mendorong dibukanya peluang penempatan komoditas medium skilled worker melalui penjajakan skema kerja sama formal, baik berupa Government to Government (G to G) maupun Government to Private (G to P) guna memangkas peran calo atau agensi ilegal.

Di sisi lain, Dubes RI untuk Kuwait, Lena Maryana Mukti, memberikan catatan kritis mengenai ketatnya persaingan tenaga kerja global di negara kaya minyak tersebut. 

Lena mengungkapkan Indonesia mulai kehilangan dominasi pada beberapa sektor strategis, seperti keamanan bandara, yang kini mulai dikuasai oleh eksodus tenaga kerja asal Afrika akibat faktor efisiensi biaya serta kecepatan proses rekrutmen.

Meski demikian, Lena optimistis pekerja domestik masih memiliki posisi tawar yang tinggi karena rekam jejak pekerja Indonesia dikenal sangat ramah, berdedikasi tinggi, dan minim tersangkut kasus hukum atau konflik sosial.

Iklan

“Indonesia perlu melakukan pembenahan agar tidak kehilangan momentum pasar kerja di Kuwait dan kawasan Timur Tengah secara lebih luas,” pungkas Lena mengingatkan perlunya akselerasi reformasi birokrasi penempatan tenaga kerja nasional. (af)

Pilihan Redaksi

Marak Penipuan Pendaftaran Titik SPPG, BGN Angkat SuaraNasional

Marak Penipuan Pendaftaran Titik SPPG, BGN Angkat Suara

Afifah·25 May 2026

Suka artikel ini? Beri apresiasi untuk sang penulis.

Berikan tanda suka secara gratis, atau kirim tips agar penulis tetap semangat.

Channel WhatsApp
Dapatkan Berita VOICE Indonesia Langsung di WhatsApp
Follow

⚠️ Hati-hati penipuan! Jurnalis VOICEIndonesia.co tidak menerima imbalan dalam bertugas. Laporkan ke Redaksi VOICEIndonesia.co jika Anda menemukan kejadian tersebut. Hotline 0811-809-073 atau email redaksi@voiceindonesia.co.

Artikel Terkait

Pekerja Migran Indonesia

Komentar (0)

Login dulu untuk meninggalkan komentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

UMKM Showcase

Dukung usaha lokal Indonesia — ribuan UMKM terdaftar

Partner Kolaborasi
PusatRilis.id

Featured UMKM

UMKM Lainnya

Gratis

Citizen Journalism

Berita dari Warga untuk Warga

Punya Berita Menarik di Sekitarmu?

Bagikan cerita, foto, atau video kejadian di lingkunganmu. Suaramu penting untuk masyarakat!

Kirim Berita Sekarang

Made with Emergent

-->-->-->
Original text
Rate this translation
Your feedback will be used to help improve Google Translate